Benarkah Cokelat Memicu Timbulnya Jerawat?

skin.co.id Benarkah Makan Cokelat Bisa Menimbulkan Jerawat?

Siapa yang tidak suka dengan cokelat? Hampir semua orang menyukai makanan atau snack lezat ini. Banyak orang mengatakan bahwa cokelat yang lezat adalah salah satu tempat pelarian terburuk di dunia. Pada masa-masa remaja, Anda sering menggunakannya sebagai bingkisan hadiah romantis kepada teman, sahabat, maupun teman dekat Anda. Akan tetapi banyak mitos buruk yang dikaitkan dengan cokelat ini. Ya, cokelat dipandang sebagai salah satu pemicu timbulnya jerawat.

Sebuah studi yang dilakukan di Rumah Sakit Henri Mondor, Perancis baru-baru ini telah menemukan hubungan antara konsumsi cokelat dan permen sehari-hari dengan jerawat pada remaja. Namun, hasil studi ini menunjukkan bukti yang tidak konklusif agar kita tidak mengonsumsi cokelat. Para peneliti memang menemukan hubungan antara jerawat dan cokelat, tetapi mereka tidak yakin berapa banyak orang dewasa muda yang disurvei makan cokelat dan berapa banyak orang yang makan permen yang bermasalah dengan kulit. Para peneliti juga tidak bertanya tentang sisa makanan dan kebiasaan gaya hidup orang-orang yang mereka jadikan sampel penelitian.

Diane Walder, MD, seorang dokter kulit kosmetik yang di Miami mengatakan bahwa memang ada hubungan antara makanan dengan jerawat, akan tetapi cokelat bukanlah pemicu yang pasti dari timbulnya jerawat. Makanan dengan indeks glikemik yang tinggi akan memicu lonjakan gula darah yang bisa menimbulkan jerawat.

Dr. Ava Shamban, dokter kulit dari Los Angeles menambahkan bahwa hanya ada sedikit bukti cokelat memicu timbulnya jerawat. Akan tetapi di sisi lain kita tahu bahwa diet tinggi gula/lemak tinggi dapat meningkatkan produksi sebum dan meningkatkan respon peradangan dalam tubuh yang dapat menyebabkan jerawat.

Gula dan lemak jenuh menyebabkan meningkatnya produksi sebum di pori-pori Anda dan hal tersebut bisa menyumbat pori-pori yang akhirnya menyebabkan jerawat. Fakta lainnya adalah mengonsumsi makanan bergula membuat serat kolagen Anda menjadi kaku dan hal ini bisa mempercepat proses penuaan. Susu dan cokelat putih memiliki kelebihan susu, gula dan zat aditif lainnya. Bagi sebagian orang, zat susu dan gula dapat memicu perubahan hormon, yang pada gilirannya dapat menyebabkan peradangan, terutama bagi orang-orang rawan jerawat. Hal ini juga menjadi catatan dengan baik bahwa cokelat hitam memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kita, bukan hanya untuk sistem kardiovaskular kami tapi untuk kulit kita juga.

Kandungan kakao yang tinggi pada cokelat hitam juga kaya akan dua flavonoid yaitu catechin dan procyanidin, yang merupakan bahan kimia yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh. Antioksidan melindungi sel-sel tubuh terhadap radikal bebas. Dark chocolate juga mengandung konsentrasi antioksidan dari flavonoid yang lebih tinggi daripada susu cokelat dan cokelat putih.

Jadi, Mengapa Jerawat Anda Muncul Saat Anda Makan Cokelat?

skin.co.id Benarkah Jerawat Memicu Timbulnya Jerawat

Ada beberapa alasan mengapa kadang Anda berpikir bahwa cokelat memicu timbulnya jerawat pada kulit Anda. Wanita kerap kali suka mengonsumsi cokelat dalam masa pra menstruasi dari siklus mereka (PMS). Dalam masa-masa seperti ini Anda mungkin akan mulai berjerawat karena kadar estrogen menurun dan memicu naiknya kadar androgen yang merangsang kelenjar sebaceous untuk memproduksi minyak berlebih dan menimbulkan jerawat. Jadi, janganlah mudah mengambinghitamkan cokelat karena pada masa ini justru siklus menstruasilah yang menyebabkan jerawat Anda muncul. Selain itu, ketika Anda mengonsumsi cokelat dan makanan tinggi kalori dan lemak lainnya, makanan tersebut akan meninggalkan sedikit ruang untuk makanan sehat lainnya yang diperlukan untuk kesehatan kulit. Dan jika tidak Anda penuhi maka tubuh Anda akan mengalami kekurangan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal inilah yang akan menjadi penopang berkembangnya jerawat.

Jerawat juga disebabkan karena beberapa faktor individu lainnya seperti diet ketat, kecenderungan genetic, dan faktor kesehatan lainnya. Cobalah untuk membatasi atau menghindari bahan makanan yang dianggap bisa menimbulkan peradangan seperti minyak yang berhidrogenasi, sirup jagung, dan pemanis buatan apapun.

Rachel Nazarian, MD seorang dermatologi dari New York dan New Jersey juga menyarankan untuk memilih cokelat yang mengandung 6% lebih sedikit lemak susu dari susu cokelat.

Kesimpulannya adalah bahwa cokelat tidak bisa langsung menyebabkan jerawat, tetapi makanan  dengan gula yang tinggi atau tinggi lemak dapat meningkatkan produksi sebum tubuh, yang kemudian membentuk respon peradangan dan kadang-kadang muncul dalam bentuk jerawat. Selain itu, mitos ini sebagian besar berakar pada kebetulan.

Sudah tahu kan kebenaran dengan mitos penyebab jerawat di atas? Selalu jaga kesehatan kulit Anda dengan makanan-makanan bergizi dan perawatan kulit alami terbaik.

BACA JUGA: Bahan Alami Untuk Atasi Kulit Berjerawat 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *