Hindari Ruam Akibat Mencukur!

 Hindari Ruam Akibat Mencukur!

Mencukur janggut dan kumis bisa saja menjadi aktivitas harian bagi sebagian kaum laki-laki. Rasa terbakar, benjolan, kulit yang gatal dan kering merupakan sedikit iritasi yang dihasilkan saat bercukur. Sebagian besar kaum pria akan mengalami iritasi setelah bercukur. Hal ini tentunya disebabkan oleh banyak hal, di antaranya seperti pisau cukur yang kurang tajam, kulit kering atau sensitif.

Bercukur juga dapat menimbulkan ruam pada kulit. Ruam akibat mencukur berbeda dengan rasa terbakar setelah bercukur. Sensasi terbakar adalah iritasi kulit ringan karena pisau cukur yang kurang tajam atau kusam dan penggunaan pelembab yang kurang saat bercukur. Ruam cukur disebut pseudofolliculitis barbae yaitu iritasi setelah mencukur yang mengakibatkan  rambut tumbuh kembali tetapi ke dalam kulit. untuk menghindari berbagai iritasi akibat bercukur, ada baiknya Anda mengetahui bagaimana cara bercukur yang benar.

Ruam cukur disebut pseudofolliculitis barbae yaitu iritasi setelah mencukur yang mengakibatkan  rambut tumbuh ke dalam kulit.

Ada beberapa tips jitu yang mungkin bisa membantu Anda terhindar dari salah satu masalah bercukur ini. Simak tips tersebut di bawah ini:

Bercukurlah Menggunakan Air Hangat

Bila Anda menggunakan pisau cukur yang standar, ada metode tertentu untuk membantu mencegah ruam cukur. Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mandi sebelum bercukur. Anda bisa bercukur di kamar mandi. Biarkan air melakukan kontak langsung dengan area yang akan dicukur selama beberapa menit. Berikan waktu sejenak agar area tersebut terpapar uap dan air hangat agar lembut Anda menjadi sedikit lebih lembut. Ujung rambut yang akan Anda cukur tidak akan setajam biasanya dan juga tidak akan menembus permukaan kulit.

skin.co.id Hindari Ruam Akibat Bercukur!

Perhatikan beberapa tukang cukur yang sudah berpuluh-puluh tahun bekerja di bidang ini. Biasanya mereka akan menutupi area yang akan dicukur dengan handuk hangat beberapa menit sebelum mencukur. Air hangat saat bercukur memiliki beberapa manfaat, di antaranya adalah:

  • Air hangat akan membuat rambut Anda berdiri sehingga memudahkan Anda mencukur
  • Melemaskan kulit dan membuat pori-pori lebih longgar. Hal ini akan membantu mengurangi iritasi saat kulit Anda terlalu kencang
  • Membuka pori-pori kulit. Pori-pori yang tersumbat akan menimbulkan jerawat dan berpotensi menghalangi atau mengalihkan rambut yang seharusnya tumbuh dengan normal
  • Membuat ujung rambut lebih bulat selama dicukur

Lakukan Dengan Teknik Yang Tepat

Ketika Anda bercukur dan ingin menghindari ruam akibat mencukur, Anda perlu menggunakan tehnik mencukur yang tepat. Cukurlah rambut, janggut, ataupun kumis Anda searah dengan tumbuhnya rambut. Anda bisa mencukur hingga dua kali, akan tetapi lakukan dengan lembut dan jangan menekan keras pada kulit Anda. Jangan sampai menarik kulit Anda dengan kencang saat bercukur karena kulit yang kencang akan membuat rambut Anda tumbuh ke dalam permukaan kulit dan menyebabkan ruam.

Dan jika hal ini Anda biarkan, ruam akibat mencukur akan menghasilkan perubahan warna yang akan bertahan selama berbulan-bulan dan bahkan dapat membuat jaringan parut permanen pada kulit jika sudah terlalu parah. Namun, hal tersebut dapat dicegah sebenarnya. Tingkat keparahan ruam cukur yang Anda alami akan menentukan seberapa ekstrem penyesuaian rutinitas mencukur yang Anda lakukan. Bagi sebagian orang menghindari ruam akibat mencukur bisa dilakukan dengan alat atau pisau cukur listrik. Dengan pisau cukur listrik, Anda bisa mengukur seberapa tinggi atau seberapa tebal rambut yang ingin Anda sisakan.

BACA JUGA: Cara Mencukur Yang Benar 

Gunakan Pisau Cukur Yang Bersih

Ruam akibat mencukur sering kali dianggap karena pisau cukur yang terlalu tajam. Akan tetapi fakta lain menunjukkan bahwa pisau cukur yang kusam dan tumpul bisa menimbulkan ruam pada kulit. Ketika pisau atau alat cukur yang Anda gunakan tumpul, maka tepiannya akan menjadi agak bulat. Apabila Anda menggunakannya untuk bercukur, maka pisau tersebut hanya akan berjalan di atas rambut dan membengkokkannya ke dalam permukaan kulit. Selain itu, pisau cukur yang Anda gunakan akan mengangkat partikel kulit dan rambut yang terkelupas sehingga membuatnya kotor. Kotoran pada pisau ini juga yang bisa membuat ruam akibat mencukur di kulit Anda.

Oleh karena itu, cuci atau bilas pisau dan alat cukur Anda setiap selesai mencukur (setiap satu tarikan saat mencukur). Jika pisau dan alat cukur Anda terasa susah mencukur rambut, jenggot, ataupun kumis, maka jangan ragu untuk menggantinya. Menggunakan pisau cukur yang kotor akan membuat Anda melakukan pekerjaan yang sia-sia karena tidak semua rambut akan tercukur habis. Semua rambut yang tersisa bisa mengeriting dan semakin tumbuh ke dalam kulit sehingga kulit Anda tidak hanya akan tergores dan penuh dengan rambut yang tumbuh ke dalam, akan tetapi rambut sisa bercukur tersebut akan memberikan pemandangan yang tidak sedap dipandang.

Cegah Iritasi Saat Bercukur

  • Meminimalkan iritasi saat bercukur
  • Mengencangkan pori-pori setelah bercukur
  • Membuat kulit lebih sehat dan lembab
  • Mencegah kekeringan pada kulit

Gel cukur terbaik yang memberikan sensasi sejuk sekaligus melembabkan kulit Anda!
BELI SEKARANG JUGA DI SINI!

Namun, jika Anda sudah memiliki ruam akibat mencukur, maka hal yang bisa Anda lakukan adalah dengan menghindari aktivitas mencukur selama beberapa minggu. Rambut yang tumbuh ke dalam akan keluar dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Rambut yang tumbuh ke dalam ini juga dapat diatasi menggunakan jarum atau pinset yang disterilkan untuk menarik ujung rambut.

Setelah mengetahui beberapa tips agar terhindar dari ruam akibat mencukur, ada beberapa hal yang wajib Anda ingat dan perhatikan untuk menghindari segala iritasi setelah mencukur seperti rasa terbakar, gatal, dan kulit yang memerah atau munculnya benjolan. Berikut tipsnya:

Mandi atau Gunakan Air Hangat Sebelum Mencukur

Mandi atau menggunakan air hangat sebelum mencukur akan menghidrasi kulit dan menurunkan risiko iritasi setelah bercukur. Biarkan daerah yang akan dicukur terkena uap dan air, atau air hangat. Tahan beberapa menit kemudian bersiaplah mencukur. Anda juga bisa menggunakan handuk hangat yang ditempelkan pada wajah.

Lakukan Pengelupasan

Rutinitas yang satu ini sering Anda lewatkan karena langkahnya yang tidak mudah dan terkesan sia-sia. Namun, pengelupasan sangatlah penting dilakukan sebelum dan sesudah mencukur karena kulit akan menjadi lebih halus dan lebih kebal terhadap kemerahan dan iritasi setelah bercukur.

Selalu Gunakan Krim Cukur Sebagai Pelumas

Hindari Ruam Akibat Bercukur!1

Menggunakan krim cukur yang mampu menghidrasi kulit Anda adalah sebuah keharusan saat Anda melakukan rutinitas mencukur. Jangan pernah mencukur hanya dengan menggunakan sabun dan air karena hal tersebut dapat mengeringkan kulit Anda. Ketika Anda mencukur untuk kedua kalinya, pastikan Anda juga mengoleskan krim cukur lagi.

BACA JUGA: Cara Memilih Krim Cukur Untuk Pria 

Mencukur Searah Dengan Tumbuhnya Rambut

Cukurlah kumis dan jenggot Anda searah dengan tumbuhnya rambut. Tekanan yang berlebihan pada kulit saat mencukur akan menimbulkan benjolan dan iritasi. Mencukur rambut dengan arah yang berlawanan hanya akan menimbulkan goresan dan luka pada kulit.

Bilas Dengan Air Dingin dan Keringkan

Setelah selesai mencukur, bilas daerah yang dicukur dengan air dingin. Air dingin atau air bersuhu normal akan membantu menutup pori-pori kulit yang terbuka. Setelah dibilas dengan air keringkan dengan handuk bersih dengan cara ditepuk-tepuk.

Aplikasikan beberapa saran di atas sehingga rutinitas mencukur Anda akan memberikan hasil yang lebih baik. Tidak peduli seberapa sibuk aktivitas Anda, jangan pernah melakukan dry shaving atau mencukur tanpa menggunakan apapun selain pisau cukur. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *