Hobi Bergantian Memakai Produk Kecantikan? Coba Cek Ini

produk kecantikan

Berbagi sesuatu atau saling pinjam mungkin menjadi hal yang biasa dilakukan, termasuk soal pinjam berbagai produk kecantikan. Pasti pernah dong, Anda dengan kerabat, saudara, teman, atau bahkan kakak Anda meminjam atau memakai secara bergantian produk tertentu. Misalnya saja, produk kecantikan lipstik Anda yang berwarna merah cerah, mungkin sahabat akan langsung berkata, “mau dong coba!”

produk kecantikan

Coba deh kita mau berpikir ratusan kali saat meminjamkan produk kecantikan kpada siapapun, karena kita tak pernah tau kan berapa bakteri yang bisa kita dapat setelah produk kecantikan Anda dipakai oleh orang lain.

Nah, produk kecantikan apa saja sih  yang sebaiknya atau bahkan sebenarnya tidak boleh dipakai bersama-sama dengan orang lain? Yuk intip info dari Skin.co.id:

1. Maskara

Jika Anda adalah seorang beauty junkie, mungkin Anda telah sering mendengar bahwa maskara adalah salah satu produk kecantikan yang tidak dapat digunakan secara bergantian. Maskara favorit Anda bisa menjadi tempat yang nyaman untuk bakteri dan virus yang mudah menular. Lingkungan yang basah dan gelap adalah penyebabnya.

Tidak hanya mascara, eyeliner dan penjepit bulu mata adalah produk kecantikan dan alat makeup yang langsung mengenai bagian mata. Oleh karena itu, jangan pinjamkan produk makeup ini kepada orang lain meskipun itu adalah sahabat Anda sendiri.

Mata adalah bagian yang rentan terkena debu maupun polusi. Jika produk makeup mata ini kita gunakan bersama dengan orang lain, sangat dikhawatirkan akan menumpukkan banyak bakteri pada produk kecantikan tersebut. Segera tinggalkan kebiasaan berbagi produk kecantikan ini ya, Ladies!

2. Lipstik, Lip Gloss, dan Lip Balm

 Jika Anda sudah terbiasa berbagi lipstik dengan sahabat Anda, lebih baik mulai sekarang hentikan kebiasaan tersebut. Termasuk produk kecantikan bibir lainnya, seperti lip gloss dan lip balm. Menggunakan lipstik yang sama secara bergantian dapat memicu penularan penyakit. Meskipun teman Anda terlihat baik-baik saja dan tidak jorok, namun bakteri dapat hinggap di mana saja. Selain itu, kondisi daya tahan seseorang juga berbeda-beda. Dan kita belum tentu tahu jika seseorang memiliki suatu penyakit bukan?

Lipstik, lip balm, dan lip glos, semua itu tidak boleh Anda pinjamkan ke teman. Karena jika Anda pinjamkan, kemungkinan Andaakan terkena virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) yang merupakan penyebab umum untuk luka-luka demam (cold store) di sekeliling mulut. Seperti maskara, virus atau bakteri tersebut juga sangat senang pada lingkungan yang lembap. Masih mau berbagi bakteri?

3. Bedak

Hanya karena bedak tidak dibuat dari formula yang lembap atau basah tapi hal tersebut tidaklah berarti bedak bisa terbebas dari bakteri. Bakteri bisa terletak di spons bedak. Kalau Anda tetap ingin meminjamkan bedak ini ke teman Anda, maka sebelum meminjamkannya ada baiknya Anda memberinya kuas atau spons yang berbeda.

4. Kuas dan Spons

Nah, kalau untuk yang satu ini jangankan untuk berbagi, untuk digunakan sendiri saja harus hati-hati dan menjaga kebersihannya. Ya, kuas dan spons bisa menjadi tempat bersarangnya bakteri. Apalagi jika digunakan secara bergantian dengan orang lain. Entah meminjam atau dipinjam, lebih baik tinggalkan kebiasaan ini mulai sekarang.

5. Produk Kecantikan yang Ada di “Jar”

 Jika Anda telah mencelupkan jari ke dalam semua produk yang Anda miliki, seperti pelembap, krim mata, pembersih, lip balm, dan lain-lain, maka yang terbaik adalah gunakan semua itu hanya untuk diri Anda sendiri, jangan membiarkan orang lain mencelupkan tangannya. Tubuh Anda akan menyerap 60% dari apa pun yang Anda oleskan pada kulit dan bakteri bisa datang bersama dengan hal itu.

6. Makeup Brushes atau Kuas Makeup

 Meskipun jerawat adalah sebuah masalah kulit internal, tapi bakterinya masih dapat menyebar melalui kuas yang digunakan. Jika teman Anda memiliki jerawat dan berniat untuk meminjam kuas Anda ada baiknya untuk menyemprotkan cairan alkohol terlebih dahulu sebelum menggunakannya lagi. Jangan lupa untuk rajin mencuci makeup brushes, paling tidak satu minggu sekali.

7. Peralatan Perawatan Kulit

 Sikat pembersih wajah, rol pijat, dan spons khusus sepertinya cukup mudah dibersihkan. Namun, seiring waktu, bulu dan permukaannya menumpuk sejumlah kecil bagian sel kulit yang mengandung bakteri. Hal ini bisa menyebabkan jerawat dan kulit wajah terkelupas. Maka, jangan lupa mencuci peralatan itu dengan air sabun sehabis digunakan. Serta menggantinya setiap 2-3 bulan sekali.

 

Stop! Bertukar Produk Kecantikan dan Barang Pribadi

produk kecantikan

Salah satu cara untuk bebas dari bakteri dan virus adalah dengan tidak menggunakan benda ini secara bergantian dengan orang lain bahkan anggota keluarga Anda sendiri. Bukan maksud mencurigai satu sama lain, hal ini dilakukan untuk meminimalisir pertumbuhan bakteri dan virus berkembang pada diri kita.

Sebuah penelitian menemukan sebuah fakta mencengangkan bahwa sejumlah tester atau sampel riasan yang disediakan untuk dicoba di toko-toko besar ternyata mengandung bakteri E.coliStaphylococcus, dan Streptococcus. Bakteri seperti  E. coli yang menyebabkan gangguan pencernaan umumnya berpindah dari tangan orang yang tidak mencuci tangan setelah buang air, kemudian menyentuh sampel tersebut. Situasi tersebut sangat mungkin juga terjadi pada riasan dan barang lain yang digunakan secara bergantian.

Apa saja benda yang sebaiknya tidak dipakai bergantian dengan orang lain?

1. Handuk

Pernah mencium bau handuk yang khas? Itu sebenarnya bakteri dan jamur yang menempel. Handuk adalah tempat berkembang biak bagi kuman, terutama saat digantung di kamar mandi yang lembap. Menurut pakar kesehatan, Dr. Whitney Bowe yang dikutip dari sebuah wawancara, handuk yang terkontaminasi bisa menularkan infeksi jamur pada kulit, bakteri penyebab jerawat, dan bahkan membuat mata menjadi merah.

Handuk juga bisa menularkan bakteri CA-MRSA berbahaya yang bisa hidup dengan sabun. Selain menjaga handuk untuk diri sendiri, Bowe menyarankan untuk mencucinya setelah empat kali penggunaan dan selalu membiarkannya benar-benar kering. Untuk diri sendiri saja harus ekstrak bersih apalagi kalau dipakai bergantian,ya. Hayo ngaku, berapa kali Anda mencuci handuk?

2. Pakaian

Anda perlu tahu bahwa bakteri senantiasa berada di tiap permukaan kulit tubuh kita. Meski tidak berbahaya, bakteri-bakteri ini terkadang dapat menyebabkan infeksi. Baju dalam bahkan dapat mengandung kuman dari tinja dan jamur dari infeksi genital. Bahayanya, kuman-kuman ini dapat tinggal pada kain dalam waktu lama. Jika pakaian tidak dicuci dengan benar, maka kuman juga bisa menyebar ke pakaian lain yang dicuci bersamaan. Ini sebabnya pakaian, terutama pakaian dalam, perlu diganti tiap hari dan dianjurkan untuk tidak dipinjamkan kepada orang lain. Pakaian-pakaian tertentu, seperti baju olahraga dan baju yang digunakan untuk memasak, wajib dicuci secepatnya setelah dikenakan.

3. Sabun Batang

 Terlihat sepele, sebenarnya sabun batangan menyimpan resiko penularan penyakit yang disebabkan bakteri. Hindari pemakaian sabun batang bersama-sama, atau untuk lebih amannya, gunakan sabun mandi cair.

4. Sikat Gigi

 Sikat gigi paling mudah terkontaminasi bakteri, bahkan saat dibilas setelah selesai digunakan, bakteri pada bulu akan tumbuh dalam semalaman. Bayangkan kalau digunakan secara bergantian, berapa banyak bakteri yang dihasilkan. Bakteri yang berasal dari mulut oraang lain dapat menularkan pathogen yang bisa menyebabkan flu dan penyakit lainnya. Belum lagi kalau orang lain yang menggunakan sikat gigi kita mengalami pendarahan pada gusinya.

Sikat gigi yang digunakan bersamaan oleh lebih dari satu orang berisiko meningkatkan penularan hepatitis C akibat kemungkinan terkena paparan darah yang mengandung virus hepatitis C. Jika lupa membawa sikat gigi saat menginap, upayakan untuk membeli yang baru daripada meminjam milik orang lain.

5. Deodoran

 Meski memiliki sifat anti-bakteri, tak seharusnya Anda meminjamkan deodoran kepada orang lain. Pasalnya, permukaan deodoran tetap saja berkontak dengan kulit yang bisa jadi mengandung bakteri. Pasalnya, bakteri inilah yang menyebabkan bau keringat yang berusaha kita netralkan. Sebaiknya gunakan deodoran tepat setelah Anda mandi, karena kondisi kulit yang bersih. Jika Anda perlu menyegarkan ketiak di siang hari, pastikan untuk membersihkannya dulu dengan tisu atau lap yang basah.

6. Alat Cukur

Kulit yang terkelupas dan kemudian mengeluarkan darah adalah risiko yang mungkin terjadi saat seseorang mencukur bulu, rambut, atau jenggot. Itulah sebabnya alat pencukur berisiko mengandung darah yang kemudian dapat menyebarkan penyakit tertentu, seperti hepatitis C, jika digunakan bergantian dengan orang lain.

Menurut beberapa penelitian, alat cukur berperan dalam penyebaran penyakit hepatitis B & C, dan juga HIV. Selain itu, alat cukur juga dapat menjadi media penyebaran jamur dan bakteri.

 7. Sisir

 Salah satu benda kecantikan yang sebaiknya mulai sekarang tak lagi Anda pinjamkan kepada teman ataupun orang lain adalah sisir. Alasannya tentu karena benda esensial yang bersifat pribadi ini berhubungan langsung dengan kulit kepala dan rambut pemakainya. Meski kita merasa sang teman sudah memiliki rambut yang sehat, bisa saja sebenarnya teman tersebut memiliki ketombe atau kurap di kulit kepalanya. Selain itu, salah satu risiko tertularnya kutu rambut juga bisa terjadi apabila Anda sering meminjamkan sisir pada sembarang orang.

Kurap pada kulit kepala dan kutu adalah gangguan yang sering dialami anak-anak di sekitar usia 3-11 tahun. Kurap dapat meninggalkan ruam bulat berwarna kemerahan atau kerontokan rambut. Sedangkan kutu dapat berkembang biak dengan cepat dan membuat gatal kulit kepala. Kurap dan kutu ini dengan mudah dapat menyebar dan menular lewat sisir yang digunakan secara bergantian. Begitu juga dengan penggunaan helm dan topi yang digunakan lebih dari satu orang.

8. Gunting Kuku

Berjalan tanpa alas kaki di kamar mandi umum dapat menimbulkan risiko terkena jamur kuku. Begitu pula dengan menggunakan pemotong kuku secara bergantian dengan orang lain yang lebih dulu terkena jamur. Jamur ini umumnya berkembang biak dalam lingkungan yang lembap dan hangat, serta dapat menyerang kuku tangan, kuku kaki, serta kulit di sekitar kuku. Dalam sebuah keluarga, disarankan bagi masing-masing anggota keluarga memiliki pemotong kuku sendiri.

9. Earphone

 Setiap orang memiliki keseimbangan flora unik di kotoran telinganya. Setiap Anda meminjamkan earphone, maka Anda berisiko mengganggu keseimbangan ini. Hal ini, dapat memicu infeksi telinga. Anda bisa membersihkan kotoran telinga dari permukaan earphone menggunakan cotton buds yang dicelupkan ke dalam larutan hidrogen peroksida. Hindari terlalu banyak mengoleskan cairan agar tidak merusak speaker. Jika sering digunakan, pastikan untuk membersihkan earphone minimal seminggu sekali.

Infeksi pada saluran telinga bagian luar ternyata dapat disebabkan oleh pemakaian earphone yang tidak bersih. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, infeksi ini dapat meluas dan mengakibatkan risiko terburuk, seperti hilangnya pendengaran. Oleh karenanya, selain membersihkan earphone dengan saksama secara teratur, penting untuk tidak saling bertukar benda ini dengan orang lain untuk mengurangi risiko tersebarnya infeksi.

Berbagi dengan orang lain memang menyenangkan, tetapi, jangan sampai tindakan ini malah berakibat buruk ya, Ladies!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *